Skip to content

Category: Tips Otomotif

Bahan Velg Mobil dan Cara Pembuatannya

Bahan Velg Mobil – Untuk kamu seorang pecinta modifikasi, mengetahui tentang material velg mobil dan juga proses pembuatannya sangat diperlukan. Terlebih apabila kamu yang memang mengedepankan sisi kaki-kaki mobil untuk modifikasinya. Tentu saja kamu tidak bisa asal dan sembaragan untuk melakukan modifikasi velg mobil, hal tersebut karena jika salah memilih dapat memengaruhi daya akselerasi dan juga handling mobil. Berikut informasi terkair material yang biasa digunakan pada sebuah velg mobil.

Bahan Velg Mobil

Setidaknya ada beberapa material velg mobil yang biasa digunakan dalam pembuatan velg. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Velg Baja

Velg baja adalah velg yang dibuat dengan perpaduan material besi dan juga karbon. Di Indonesia sendiri velg jenis ini sering disebut dengan sebutan velg kaleng. Hal ini dikarenakan velg baja memiliki desain yang mirip seperti kaleng.

2. Velg Alumunium

Velg alumunium adalah velg yang dibuat dari campuran alumunium, magnesium, dan juga nikel. Jenis velg ini cukup banyak desain dan memiliki berbagai macam model. Hal tersebut dikarenakan bahan alumunium ini lebih mudah untuk dibentuk.

3. Velg Magnesium

Walaupun memiliki desain yang cukup banyak, namun velg dengan jenis ini hanya dijumpai dan lebih banyak digunakan untuk keperluan balap saja. Karena memang velg mobil dengan bahan material magnesium lebih rentan terkena korosi.

4. Velg Carbon

Velg carbon adalah jenis velg yang memiliki daya tahan dan kekuatan yang cukup tinggi. Selain itu, velg ini juga memiliki bobot yang cukup ringan.

Proses Pembuatan Velg Mobil

Dan itu dia bahan material yang biasa digunakan oleh velg mobil, dan perlu kamu ketahui, proses pembuatan velg sendiri dibagi menjadi 3. Mulai dari Casting, Flow Forming, dan juga Forging. Apa maksud dan perbedaannya? Berikut ulasannya bisa kamu simak.

1. Casting

Proses pembuatan velg dengan menggunakan metode casting ini dibuat dengan cara dicetak melalui cetakan yang sudah dibuat. Proses pembuatannya sendiri dibagi menjadi dua, yaitu gravity casting dan juga low pressure casting. Pembuatannya sendiri cukup dengan melelehkan material velg menjadi sebuah cairan panas. Lalu dituangkan ke dalam cetakan yang sudah dibentuk sesuai dengan model velg nya.

Metode ini merupakan metode pembuatan velg yang biasa dilakukan oleh banyak produsen. Keuntungan velg casting sendiri adalah biaya produksinya yang lebih mudah dan juga cepat dibandingkan jenis lainnya.

2. Forging

Velg yang dihasilkan dengan proses forging ini sangat kuat. Karena memang proses pembuatannya juga dengan menggunakan teknologi yang sangat rumit. Proses forging sendiri tidak sama seperti casting yang dicetak pada sebuah cetakan. Untuk forging, material yang digunakan berbentuk padat dan bisa dibilang sangat banyak macam material.

Namun salah satu bahan yang paling umum digunakan adalah alumunium, karena memang selain kuat, bahan ini juga ringan dan cocok digunakan sebagai bahan pembuatan velg mobil. Proses pembuatannya dimulai dengan memasukkan alumunium padat ke dalam mesin lalu dipanaskan dan dibentuk menjadi sebuah velg.

Dalam proses ini, velg juga akan ditekan sehingga dapat menghasilkan velg yang keras dan solid untuk digunakan pada mobil.

3. Flow Forming

Proses pembuatan velg dengan metode flow forming ini cukup banyak digunakan. Sebenarnya metode ini merupakan pengembangan dari velg casting atau cetak. Velg yang dibuat dengan metode flow forming diproduksi melalui beberapa tahapan. Dimulai dengan proses cetak, ditekan dengan roller, lalu ditarik dengan mesin, hingga akhirnya terbentuk menjadi sebuah velg. Mudahnya adalah, proses ini seperti pembuatan guci.

Velg casting yang baru setengah jadi akan dibentuk bagian sisinya, dengan menggunakan cara ini maka kepadatan material akan menjadi lebih baik. Keuntungan velg yang dibuat dengan cara ini adalah velg akan lebih kuat, ringan, dan juga bulat sempurna.

Pilihan untuk velg flow form sendiri cukup banyak, sebut saja seperti HSR Tobelo, HSR Botail, HSR Tual, HSR Akegula, dan masih banyak lainnya. Apabila kamu ingin mendapatkan 3 jenis velg di atas dengan kualitas yang terbaik, maka kamu bisa mengunjungi dealer resmi HSR Wheel terdekat yang sudah tersebar di seluruh Indonesia. Untuk mengetahui alamat lengkap dari masing-masing dealer, kamu bisa mengunjungi laman resmi HSR Wheel Store.

Comments closed

Ketahui Jenis Alur Ban Mobil

Jenis Alur Ban Mobil – Ban mobil adalah salah satu komponen pada sebuah mobil yang paling penting dan perlu di jaga kondisinya secara rutin. Hal tersebut dikarenakan ban adalah satu-satunya komponen pada kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal jalanan. Lalu tahukah kamu bahwa ban memiliki berbagai jenis terutama untuk ban mobil.

Dengan jenis yang banyak tersebut, jangan sampai kamu memilihnya dengan salah, karena selain membuat berkendara menjadi tidak nyaman, kesalahan memilih jenis ban juga dapat merusak komponen kendaraan hingga membuat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Dikutip melalui laman resmi Bridgestonetire, setidaknya terdapat 7 jenis alur ban yang memiliki ciri-ciri dan kelebihannya masing-masing. Untuk mengetahui informasi lengkapnya bisa kamu simak di bawah ini :

Alur Ban Mobil Simetris

Ban dengan jenis alur yang simetris menjadi salah satu jenis alur yang sering digunakan pada mobil penumpang pada umumnya. Pada alur simetris ini biasanya memiliki pola kembangan yang sama pada sisi tapak atau bagian tengahnya.

Ban dengan jenis ini juga dapat menggunakan jenis metode rotasi apa saja. Baik itu sisi depan ke belakang ataupun kanan ke kiri. Dengan keunggulan yang banyak tersebut, maka ban ini juga biasa disebut oleh banyak orang dengan sebutan ban multi directional. Ban jenis ini biasanya dipadukan pada ban berjenis ECO.

Alur Ban Mobil Asimetris

Berbeda dengan alur simetris, pada ban dengan alur asimetris ini dirancang dengan kembangan yang berbeda antara sisi tapak dan juga tapak bagian dalamnya. Ban jenis ini memiliki keunggulan untuk digunakan di segala jenis cuara, baik itu kondisi kering ataupun basah saat hujan. Tak heran apabila ban jenis ini juga disebut dengan ban All Seasons.

Dengan desain alur yang asimetris atau berbeda, biasanya setiap produsen ban akan memberi tanda Inner atau Outer pada sisi dinding bannya untuk mengetahui mana yang bagian luar dan mana bagian dalam. Tujuannya sendiri agar seluruh ban dapat memiliki arah alur yang serupa.

Walaupun demikian, ban dengan alur ini tetap bisa dirotasi ke seluruh arah seperti alur simetris. Yaitu dari depan ke belakang ataupun dari kanan ke kiri. Tentu saja ketika proses rotasi ini perlu memperhatikan tanda Inner dan juga Outer nya.

Alur Ban Mobil Searah

Ban jenis biasanya memiliki alur kembangan di sisi tapak ban yang searah, artinya seluruh ban mobil yang terpasang memiliki arah alur kembangan yang sama. Ban dengan jenis ini biasanya memiliki bentuk kembangan pada tapak berbentuk huruf V.

Bentuk tersebut diklaim memiliki fungsi untuk memindahkan air secara efisien. Dengan keunggulan tersebut, ban ini biasanya disematkan pada mobil-mobil premium atau yang memiliki performa tinggi. Sayangnya, dengan alur yang searah, maka ban jenis ini hanya bisa dirotasi searah saja, yaitu depan ke balakang atau sebaliknya. Pada dinding ban biasanya akan ditampilkan petunjuk arah panah yang berfungsi penunjuk arah alur kembangan pada tapak ban.

Alur Ban Mobil Semi Slick

Ban dengan jenis ini biasanya memiliki alur pada tapak ban lebih sedikit. Tujuannya sendiri agar mobil dapat memiliki grip yang cukup baik ketika melaju di medan jalan yang kering. Namun tentu saja dengan sedikitnya alur ini memiliki kekurangan, yaitu apabila ban melintas di medan jalan yang basah maka ban ini memiliki grip yang sangat buruk dan tentu saja berbahaya.

Denga grip yang baik ketika di jalanan kering, maka tak heran apabila ban jenis ini sering digunakan oleh mobil balap ketika digunakan di lintasan sirkuit.

Alur Ban Mobil Slick

Ban dengan jenis ini biasanya tidak memiliki alur sama sekali pada sisi tapak bannya. Serupa dengan ban jenis semi slick, ban dengan jauh lebih berbahaya apabila digunakan dalam kondisi jalan yang basah. Dan biasanya ban jenis ini digunakan oleh para profesional di bidang balap mobil kecepatan tinggi seperti mobil Nascar atau Formula 1.

Alur Ban Mobil Off-Road AT (All Terrain)

Ban dengan jenis AT ini memiliki alur tapak ban yang cukup kasar, namun alur pada ban ini tak sekasar pada ban berjenis MT (Mud Terrain). Dengan alur yang tidak sekasar ban MT, maka ban jenis AT ini hanya bisa digunakan pada jalur off-road yang mudah dan ringan saja. Walaupun seperti itu, ban dengan jenis ini juga memiliki keunggulan lain yaitu dapat digunakan pada medan jalan beraspal. Meskipun menimbulkan suara yang cukup berisik dank eras ketika melewatinya.

Ban Off-Road MT (Mud Terrain)

Berbeda dengan ban jenis AT yang masih bisa digunakan berjalan walau di medan yang beraspal, ban dengan jenis MT ini sangat tidak diasarankan untuk digunakan pada jalan yang beraspal. Hal tersebut dikarenakan alur pada ban ini sangat kasar hingga membuatnya tak memiliki grip sama sekali ketika digunakan pada jalan yang beraspal. Namun untuk medan jalan off-road ringan hingga berat, ban jenis ini sangat mumpuni untuk digunakan.

Comments closed